Pejabat tersebut juga menepis berbagai upaya, baik dari dalam maupun luar Irak, yang dinilai berusaha memicu ketegangan sektarian pascaserangan. Menurutnya, upaya tersebut tidak akan menipu rakyat Irak dan hanya bertujuan melemahkan keamanan, stabilitas, serta hubungan regional negara itu.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengumumkan bahwa angkatan bersenjata Kerajaan, dengan koordinasi Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), telah melancarkan serangan presisi terhadap target milisi yang didukung Iran di Irak. Target tersebut disebut terkait dengan serangan terbaru terhadap fasilitas minyak Arab Saudi.
Otoritas Saudi menyatakan, operasi itu dilakukan setelah serangan pesawat nirawak yang berhasil dicegat sistem pertahanan udara Kerajaan pada awal pekan ini. Serangan tersebut menargetkan instalasi minyak di Provinsi Timur dan wilayah Riyadh.
Arab Saudi kembali menegaskan bahwa mereka tidak menginginkan eskalasi konflik. Meski demikian, Kerajaan menegaskan akan memberikan respons terhadap setiap bentuk agresi yang mengancam wilayahnya.
(Awaludin)