Ia mengatakan, kontak senjata berlangsung tidak lama setelah proses evakuasi jenazah Teina Alya. Setelah situasi dinyatakan aman, personel Koops Habema mengevakuasi korban menggunakan teknik rappelling untuk menjangkau dasar lembah yang curam sekaligus mengantisipasi kemungkinan serangan susulan dari kelompok OPM.
Saat ini, jenazah Teina Alya telah berada di Rumah Sakit Dekai, Yahukimo, dan rencananya akan dimakamkan secara adat oleh pihak keluarga.
Yudha menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Koops Habema yang terlibat dalam operasi evakuasi maupun pengejaran terhadap kelompok OPM.
“Saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi luar biasa Pasukan Habema yang tak kenal lelah, melangkah lebih dalam ke belantara rimba, menyeberang sungai serta menapak terjal dan curamnya medan, dalam operasi evakuasi dan perburuan OPM Kodap XVI Yahukimo pimpinan Kopi Tua Heluka. Sekali lagi terima kasih dan saya bangga dengan kalian,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yudha menilai berbagai aksi yang dikaitkan dengan OPM, mulai dari intimidasi, pembakaran gereja dan sekolah, perampasan harta benda, pemerkosaan perempuan Papua dan tenaga kesehatan wanita, pembunuhan warga negara asing yang melayani umat Kristiani di pedalaman Papua, hingga pembunuhan tiga warga sipil di Yahukimo, menunjukkan tindakan yang harus dilawan.