Dari hasil penelusuran Satgas PRR Posko Wilayah Aceh, saat ini terdapat tiga struktur utama yang sedang dibangun di sana. Terdiri dari pembangunan cofferdam (tanggul sementara), saluran pelimpah darurat (emergency spillway), dan pemasangan pintu kantong lumpur dengan total panjang penanganan sekitar 150 meter.
Pemerintah menargetkan pada September 2026,seluruh sisa pekerjaan penyempurnaan pada bendungan utama, seperti penyelesaian cofferdam, pemasangan pintu kantong lumpur, dan emergency spillway rampung sepenuhnya.
“Bila sesuai target,pada Oktober tahun ini para petani di Kecamatan Juli dan Peusangan, diproyeksikan dapat memanfaatkan suplai air secara optimal dan serentak untuk memulai kembali masa bercocok tanam,”pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )