"Ada yang jadi takut keluar, ada yang khawatir ketika bekerja. Menurut saya hal itu tidak tepat, tidak benar, dan mencederai nilai-nilai demokrasi serta semangat nasionalisme di momen peringatan Hari Kemerdekaan," pungkasnya.
Direktur Indonesia Political Review Iwan Setiawan menjelaskan, fenomena tersebut tidak bisa dipahami hanya sebagai unggahan yang muncul secara kebetulan.
Kemunculan narasi dengan tema yang sama di berbagai platform dalam waktu yang hampir bersamaan serta menggunakan sudut pandang yang serupa dinilai mengindikasikan adanya upaya sistematis untuk membentuk opini publik.
"Pola narasinya juga relatif sama, yaitu mengangkat isu ketimpangan, kemiskinan, dan kesulitan ekonomi, tetapi kemudian dibingkai secara manipulatif dengan mencampurkan disinformasi, fitnah, atau informasi yang dipotong dari konteksnya," kata Iwan.
Menurutnya, apabila ditelaah lebih mendalam, berbagai konten tersebut tidak semata-mata berisi kritik. Ia menilai terdapat kecenderungan untuk membangun emosi negatif di tengah masyarakat, memicu rasa frustrasi, serta mengikis kepercayaan publik terhadap pemerintah maupun institusi negara.