JAKARTA - Kuasa hukum yayasan sekolah swasta di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Hermawanto, mengungkap adanya sebuah bunker yang masih terkunci di dekat ruangan tempat ditemukannya ratusan senjata api, narkotika, dan VCD pornografi.
Menurut Hermawanto, bunker tersebut hingga kini belum dapat dibuka, karena pihak yayasan tidak memiliki kewenangan untuk melakukannya. Ia mengaku telah meminta aparat kepolisian menindaklanjuti temuan tersebut.
"Ya, salah satu informasi itu kami masih meminta untuk dibuka. Jadi sampai hari ini memang belum dibuka. Posisi bunker memang jauh dari lokasi, tidak terlalu jauh, masih dalam satu kawasan, tetapi tidak dekat dengan ruang kelas," ujar Hermawanto saat ditemui di halaman sekolah, Jumat (7/8/2026).
"Tentu bukan kewenangan kami untuk membuka, karena kami sudah membuat laporan terkait dugaan penyalahgunaan senjata. Kami khawatir di ruangan itu juga ada senjata," katanya.
Ia menambahkan, pihak yayasan telah meminta kepolisian segera menindaklanjuti keberadaan bunker tersebut. Namun, ia menyayangkan proses penanganan yang dinilainya berjalan lambat.
"Teman-teman sudah tahu, temuan tanggal 10 Juli baru ada tindak lanjut pada tanggal 6 Agustus. Waktu itu sudah cukup lama sebenarnya untuk dilakukan tindakan oleh aparat Polres Metro Jakarta Selatan," pungkasnya.
Sebelumnya, di salah satu ruangan sekolah swasta tersebut ditemukan 995 senjata api beserta amunisi. Polisi juga menemukan sejumlah barang ilegal lainnya, seperti narkotika jenis sabu dan ganja, beberapa senjata laras panjang, serta satu kotak VCD pornografi. Seluruh temuan tersebut kini masih dalam proses penyelidikan oleh Polres Metro Jakarta Selatan.
(Awaludin)