Cucu Pendiri NU Gus Salam hingga Pengasuh Ponpes Tebuireng Gus Kikin Masuk Bursa Ketum PBNU

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Minggu 09 Agustus 2026 12:09 WIB
Cucu Pendiri NU Gus Salam/ist
Share :

JAKARTA – Puluhan ribu warga NU diperkirakan akan menghadiri Muktamar ke-35, di PP Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.  Gelaran lima tahunan jam’iyyah itu juga sekaligus tabarrukan ziarah muassis atau pendiri NU di Jombang, Kiai Abdul Wahab Chasbullah di Tambakberas.

Sejumlah tokoh akan maju sebagai kandidat calon Ketua Umum PBNU. Diantaranya Pengasuh Ponpes Mamba'ul Ma'arif Denanyar Kiai Abdussalam Shohib (Gus Salam) yang juga cucu salah satu pendiri NU, Kiai Bisri Syansuri dan Pengasuh Ponpes Tebuireng Kiai Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) yang juga cicit pendiri NU Kiai Hasyim Asy'ari.

“Saya menyambut baik deklarasi para kandidat caketum PBNU, termasuk yang dari Jawa Timur, Gus Kikin. Kita berlomba kecakapan secara sehat untuk mendapatkan kepercayaan peserta muktamar, baik dari PWNU, PCNU maupun PCI NU,” ujar Caketum PBNU, Gus Salam, Minggu (9/8/2026).

Namun yang terpenting bagi Gus Salam adalah restu dan doa dari sesepuh NU dan Pesantren. Karena, ruh dan penjaga jam’iyyah Nahdlatul Ulama adalah yang memiliki sanad ideologis dan keilmuan serta keteladan dari muassis dan pendahulu NU.

“Dalam muktamar nanti harus fair, terbuka dan kader-kader terbaik NU berpeluang sama untuk dipilih. Karena, start abad kedua NU harus dengan landasan mekanisme yang baik dan jauh dari intervensi pihak diluar NU yang membahayakan masa depan dan kepribadian jam’iyyah,” ujarnya.

Gus Salam mengaku mendapat perintah dari para guru dan kiai yang merupakan sesepuh NU dan pesantren.

“Perintahnya agar dirinta berikhtiar mendapatkan kepercayaan dalam muktamar NU untuk menjadi ketua umum PBNU, mendatang,”tandasnya.

Pengasuh PP Tabassam Al Falah, Ploso Kediri, Kiai M. Makmun Mahfudz alias Gus Makmun menambahkan, harapan masyayikh dan juga harapan warga NU bahwa PBNU ke depan tidak ada kubu-kubuan, jauh dari konflik internal.

“Terselenggara sesuai jalan perjuangan NU dan memberi dampak yang nyata bagi warga NU di arus bawah,” ujar Ketua PCNU Kediri tersebut.

“Caketum PBNU, Gus Salam membawa misi masyayikh agar membangun rekonsiliasi total dalam NU, membangun budaya khidmah NU searah dengan kepribadian pesantren, dan menggerakkan kemajuan NU dengan kebijaksanaan berdasar potensi dan peluang di masing-masing daerah,” lanjutnya.

Salah satu kuncinya kata dia adalah terletak pada kapasitas keilmuan dan pengalaman nyata berkhidmah yang dibutuhkan NU dari para kandidat Caketum PBNU.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya