Yayasan Sekolah Harapan Ibu Pertanyakan Dasar Penyimpanan Ratusan Senjata oleh Eks Ketua Yayasan

Yuwantoro Winduajie, Jurnalis
Minggu 09 Agustus 2026 17:01 WIB
Penemuan senjata api di Sekolah Islam Harapan Ibu, Jaksel (Foto: Ist)
Share :

JAKARTA - Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang (YHI PP) membantah klaim bahwa ratusan senjata yang ditemukan di lingkungan sekolah berkaitan dengan kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) menembak. Tim hukum yayasan, Alvons Kurnia Palma, meminta pihak yang menyebut keberadaan senjata untuk kebutuhan ekstrakurikuler agar membuktikan dasar dan persetujuan kegiatan tersebut.

"Dapat dikatakan bahwa orang yang mengatakan itu harus membuktikan apakah memang benar yang namanya ketua pembina lama, Pak Suryo yang dikatakan waktu itu ya itu memang sudah mendapatkan persetujuan," kata Alvons di Jakarta Selatan, Minggu (9/8/2026).

"Keberadaan senjata untuk ekstrakurikuler perlu ditegaskan sejak sekolah berdiri tidak pernah ada ekstrakurikuler menembak, karena tidak mungkin menembak diadakan di dalam area sekolah juga, semua area sekolah adalah tempat terbuka untuk bermain anak, yang tentunya tidak aman untuk anak-anak," ujarnya.

Alvons mengatakan, klaim mengenai persetujuan almarhum Letjen Soerjo terhadap kegiatan tersebut juga perlu dibuktikan. Menurut dia, pada periode yang disebut sebagai awal pengajuan program, kondisi kesehatan Soerjo sudah mengalami keterbatasan.

"Oleh sebab itu, ketika ada yang mengatakan bahwa ini merupakan kegiatan ekstrakurikuler dan itu sudah disetujui tolong dibuktikan. Tolong dibuktikan. Jangan sampai ini menjadi suatu hal-hal yang melegitimasi sesuatu hal yang sebenarnya tidak benar," ujarnya.

Yayasan menyatakan fokus utama mereka saat ini adalah memastikan lingkungan sekolah aman bagi siswa. Mereka menilai keberadaan senjata di area pendidikan bertentangan dengan kepentingan terbaik anak dan tidak sejalan dengan visi pendirian sekolah.

"Karena ini sekolah. Karena ini sekolah kepentingannya itu adalah untuk anak-anak atau the best interest of the child sebenarnya. Bukan malah memasukkan senjata kepada sekolah, ke dalam sekolah," kata Alvons.

Diketahui, polemik ini berawal dari temuan ratusan senjata di lingkungan Sekolah Islam Harapan Ibu, Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Pengurus yayasan menyatakan temuan tersebut berasal dari ruangan yang sebelumnya dikuasai pengurus lama dan baru diketahui setelah mereka memperoleh akses ke sejumlah ruangan di sekolah.

Berdasarkan data yang disampaikan kepolisian, di ruangan bekas ketua yayasan berinisial IWD ditemukan 995 pucuk senjata, amunisi, aksesori senjata, alat pembuat peluru, serta sejumlah barang lain yang kini masih dalam penyelidikan polisi.

Laporan terkait temuan itu diterima Polres Metro Jakarta Selatan pada 15 Juli 2026 dan hingga kini penyidik masih menelusuri asal-usul maupun pihak yang bertanggung jawab atas penyimpanan barang-barang tersebut.

Sementara itu, kubu IWD sebelumnya menyatakan sebagian besar barang yang ditemukan merupakan inventaris PT Lokta Karya Perbakin yang disiapkan untuk rencana kegiatan ekstrakurikuler menembak dan panahan. Klaim tersebut dibantah pengurus yayasan yang menegaskan Sekolah Harapan Ibu tidak pernah memiliki ekstrakurikuler menembak. IWD sendiri diketahui merupakan mantan Ketua Pengurus Yayasan Harapan Ibu.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya