JAKARTA - Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang (YHI PP) membantah narasi yang menyebut temuan ratusan senjata di lingkungan Sekolah Islam Harapan Ibu, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, merupakan bagian dari konflik internal yayasan untuk menyingkirkan mantan Ketua Yayasan berinisial IWD.
Pengurus yayasan menyatakan persoalan temuan senjata di ruang tertutup milik mantan Ketua Yayasan berinisial IWD murni dugaan pelanggaran hukum yang harus ditindaklanjuti aparat penegak hukum.
Anggota tim kuasa hukum yayasan, Alvons Kurnia Palma, mengatakan, tidak ada konflik di antara para pendiri yayasan sebagaimana berkembang dalam sejumlah pemberitaan. Dalam konferensi pers tersebut, yayasan turut menghadirkan salah satu pendiri, Yan Sofyan Syafe’i. Sementara tiga pendiri lainnya telah wafat, yakni mantan Wakil Presiden Adam Malik, Letjen TNI (Purn) KPH Soerjo Wirjohadipoetro, dan KH Mawardi Labay el-Sulthani.
"Pertama-tama tidak ada konflik dalam artian pendiri yayasan itu sendiri. Itu terbukti pada saat ini sudah ada salah satu pendirinya. Tetapi intinya pada saat ini kita mau bilang bahwa IWD itu hadir dari konflik begitu. Tapi pada saat ini tidak ada konflik di antara pendiri itu sendiri," kata Alvons, Minggu (9/8/2026).
Menurut Alvons, langkah yang dilakukan pengurus saat ini bertujuan mengembalikan yayasan sesuai visi dan misi pendiri, bukan dilatarbelakangi perselisihan internal. "Di sini yang melatarbelakangi bukan karena adanya perselisihan, bukan. Tapi lebih kepada bagaimana memastikan bahwa sekolah ini kembali sesuai dengan khittahnya itu saja sebenarnya," ujarnya.