“Kami berdiri dalam solidaritas dengan kota-kota yang terkena dampak. Kami akan terus menangani keadaan darurat ini dan memberikan bantuan sesuai kebutuhan,” sambungnya.
Dukungan juga datang dari sejumlah negara dan organisasi internasional. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan Washington terus memantau situasi dan siap memberikan dukungan kepada rakyat Kolombia.
Ketua Uni Eropa, Ursula von der Leyen juga menyatakan, Uni Eropa siap memberikan dukungan tambahan kepada Kolombia. Dia mengatakan layanan satelit Copernicus telah dikerahkan untuk membantu operasi penyelamatan.
Kolombia sendiri merupakan negara yang kerap mengalami gempa bumi. Meski biasanya mencatat ribuan gempa kecil setiap bulan, gempa berkekuatan magnitudo 6,0 atau lebih tinggi tergolong jarang terjadi.
Pada 1999, gempa berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang sejumlah kota di wilayah kopi Kolombia dan menewaskan lebih dari 1.000 orang.
Gempa M7,4 kali ini terjadi beberapa minggu setelah dua gempa bumi dahsyat mengguncang negara tetangga, Venezuela, pada akhir Juni. Gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 6.000 orang dan menghancurkan ratusan bangunan.
(Awaludin)