“Kami meminta pemerintah memastikan seluruh kebutuhan korban terpenuhi, baik perawatan bagi WNI yang terluka, pendampingan bagi yang selamat, maupun proses pemulangan jenazah ke Indonesia. Negara harus hadir dan memastikan hak-hak WNI yang menjadi korban terpenuhi,” pungkasnya.
Sekadar informasi, kapal kargo MV Tihamah diketahui diawaki oleh 11 orang, yang terdiri atas delapan warga negara Pakistan dan tiga WNI. Berdasarkan laporan kantor berita Reuters, serangan milisi bersenjata tersebut merenggut nyawa empat awak kapal, rinciannya tiga warga Pakistan dan satu WNI.
(Rahman Asmardika)