Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

82.000 Lebih Penduduk Mengungsi Akibat Pertempuran Yaman, Ribuan Lari ke Djibouti

Rahman Asmardika , Jurnalis-Senin, 14 September 2026 |09:13 WIB
82.000 Lebih Penduduk Mengungsi Akibat Pertempuran Yaman, Ribuan Lari ke Djibouti
Penduduk Yaman mengungsi akibat pertempuran di pesisir barat negara itu. (Foto: Anadolu)
A
A
A

JAKARTA — Lebih dari 82.000 orang telah mengungsi dari provinsi-provinsi pesisir barat Yaman sejak awal September akibat pertempuran yang terus berlangsung. Angka ini termasuk lebih dari 2.000 orang yang telah tiba di Djibouti, demikian disampaikan oleh Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) PBB pada Minggu (13/9/2026).

Dalam sebuah pernyataan, IOM menyebutkan bahwa pihaknya telah mencatat 82.164 orang pengungsi sejak awal September saja, seiring berlanjutnya pertempuran di sepanjang pesisir barat Yaman, tepatnya di provinsi Taiz, Al Hudaydah, dan Lahj.

"Sejauh ini, lebih dari 2.000 orang yang melarikan diri dari konflik telah mencapai pesisir utara Djibouti, mendarat di berbagai titik yang tersebar di sepanjang pantai dekat Obock," tambah organisasi tersebut, sebagaimana dilansir TRT.

Pertempuran Semakin Sengit

Duta Besar Djibouti untuk Arab Saudi, Diaa-Eddin Bamakhrama, mengatakan sekitar 1.400 warga Yaman telah tiba di negara itu dalam kurun waktu 24 jam terakhir akibat eskalasi konflik di wilayah pesisir barat Yaman.

"Otoritas Djibouti memimpin upaya penanganan dengan mengerahkan angkatan laut, angkatan darat, kepolisian, dan layanan kesehatan, serta mendapat dukungan dari IOM dan mitra-mitra PBB," ungkap badan PBB tersebut.

Mereka yang tiba—termasuk banyak perempuan dan anak-anak kecil—telah dipindahkan ke lokasi penampungan Markazi di Obock. Di sana, mereka mendapatkan pasokan air, biskuit berenergi tinggi, dan makanan hangat.

"Diperkirakan akan lebih banyak orang yang mengungsi seiring dengan semakin sengitnya pertempuran," demikian peringatan yang disampaikan.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement