Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

82.000 Lebih Penduduk Mengungsi Akibat Pertempuran Yaman, Ribuan Lari ke Djibouti

Rahman Asmardika , Jurnalis-Senin, 14 September 2026 |09:13 WIB
82.000 Lebih Penduduk Mengungsi Akibat Pertempuran Yaman, Ribuan Lari ke Djibouti
Penduduk Yaman mengungsi akibat pertempuran di pesisir barat negara itu. (Foto: Anadolu)
A
A
A

"Di balik setiap angka, terdapat keluarga yang telah kehilangan segalanya. Banyak di antara mereka yang telah berkali-kali mengungsi," ujar Direktur Jenderal IOM, Amy Pope, dalam pernyataan tersebut.

"Mereka menyeberangi laut tanpa membawa apa pun karena tidak memiliki pilihan lain. Yaman adalah negara yang didera kemiskinan dan konflik, dan negara itu tidak mungkin memikul beban krisis ini sendirian," tambahnya.

Pope menyerukan kepada para donor untuk meningkatkan dukungan bagi mereka yang tiba di Djibouti maupun bagi masyarakat setempat di Obock yang menampung mereka.

Angka Pengungsian ‘Meningkat Pesat’

Pada Sabtu (12/9/2026), IOM menyatakan bahwa Taiz merupakan provinsi yang paling terdampak parah dalam gelombang pengungsian terbaru, dengan 8.300 keluarga—atau sekitar 50.000 jiwa—mengungsi dari berbagai distrik, termasuk Jabal Habashi, Al-Maafer, Maqbanah, Mawza, dan Al-Waziiyah.

Lembaga tersebut juga mencatat adanya pengungsian sebanyak 2.819 keluarga (hampir 17.000 jiwa) di Lahj; 1.374 keluarga (8.100 jiwa) di Al Hudaydah; serta 191 keluarga (1.100 jiwa) di Aden.

IOM memperingatkan bahwa angka pengungsian "meningkat pesat" seiring dengan memanasnya pertempuran, dan menyatakan bahwa jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah dalam beberapa hari mendatang.

Bentrokan antara pasukan pemerintah dan kelompok Houthi telah meningkat sejak awal Juli 2026, setelah sempat terjadi ketenangan relatif selama bertahun-tahun.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement