Kemenkes: RSUD dan Puskesmas Terdampak Gempa NTT Ditargetkan Beroperasi 1-2 Minggu ke Depan

Niko Prayoga , Jurnalis
Minggu 16 Agustus 2026 15:28 WIB
Kemenkes menargetkan layanan RS dan Puskesmas di wilayah bencana NTT pulih sepenuhnya dalam 2 minggu. (Foto: Dok. Polri)
Share :

JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang terdampak gempa bumi M 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT), dapat kembali beroperasi penuh dalam satu hingga dua minggu ke depan. Untuk layanan dasar medis, seperti penanganan luka trauma, kesehatan ibu dan anak, serta fasilitas cuci darah (hemodialisa) ditargetkan dapat pulih dalam waktu satu minggu.

Sementara itu, untuk Puskesmas ditargetkan bisa kembali beroperasi dalam kurun waktu dua minggu guna melayani ibu hamil, persalinan dan imunisasi. “Diharapkan dalam 2 minggu seluruh Puskesmas yang rusak sudah beroperasi minimal kembali, fokus ke layanan ibu hamil, melahirkan dan imunisasi,” ucap dia.

Berdasarkan pemutakhiran data tim Health Emergency Operation Center (HEOC) Kemenkes per 16 Agustus 2026, gempa yang mengguncang kawasan Nagekeo pada Sabtu (15/8/2026) tersebut merusak 9 rumah sakit dan 68 Puskesmas di NTT. Kerusakan paling parah dialami RSUD Nagekeo hingga fasilitas tersebut lumpuh total.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan, pemerintah bergerak cepat menangani kelumpuhan layanan di RSUD Nagekeo dengan mendistribusikan sarana rumah sakit lapangan berupa tenda darurat beserta set fasilitas ruang operasi yang dikirim langsung ke lokasi.

"Khusus untuk Rumah Sakit Nagekeo karena sudah berhenti beroperasi, kita kemarin malam kirim rumah sakit lapangan. Kita kirim ke sana dan rencana mungkin tiba dalam sehari dua hari ini dan bisa dibangun," ujar Budi.

Ia menambahkan, penanganan darurat di lapangan diprioritaskan untuk kelompok rentan, pasien patah tulang, ibu hamil dengan komplikasi, serta pasien rutin cuci darah. Selain RS lapangan, Kemenkes juga menyiapkan alur rujukan darurat ke RSUD Borong dan RSUD Komodo untuk menangani kasus medis kritis di tengah keterbatasan akses jalan yang sempat terputus.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya