Selain bantuan logistik, Polda Jateng menerjunkan tiga dokter dan lima personel untuk membantu penanganan masyarakat terdampak. Tim tersebut juga akan memberikan dukungan trauma healing kepada warga yang mengalami tekanan psikologis pascabencana.
Menurut Ribut, kehadiran tim medis dan personel diharapkan dapat membantu masyarakat melewati masa sulit sekaligus mendukung proses pemulihan di lokasi terdampak.
“Bantuan ini bukan hanya berupa logistik. Kami juga mengirimkan tenaga medis dan personel untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk dalam penanganan trauma akibat bencana. Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita di NTT tidak merasa sendirian menghadapi musibah ini,” tuturnya.
Ribut menambahkan, pengiriman bantuan tersebut merupakan tahap pertama. Polda Jateng akan terus memantau perkembangan kebutuhan di lapangan dan menyiapkan dukungan lanjutan sesuai kondisi masyarakat terdampak.
“Ini merupakan tahap pertama dari Polda Jawa Tengah. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur. Kita berdoa bersama agar seluruh proses pengiriman berjalan lancar dan bantuan dapat sampai di lokasi tepat waktu,” paparnya.
Ribut menyebut semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan perayaan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama, khususnya masyarakat yang sedang menghadapi bencana.
“Momentum kemerdekaan ini kita maknai dengan kepedulian dan gotong royong. Ketika saudara kita sedang mengalami musibah, kita harus hadir dan membantu. Inilah bentuk nyata semangat kemanusiaan dan kehadiran Polri untuk masyarakat,” tutup Ribut.
(Awaludin)