Jumhur di Forum BRICS: Negara Maju Tak Boleh Mundur dari Tanggung Jawab Atasi Perubahan Iklim!

Awaludin, Jurnalis
Rabu 19 Agustus 2026 09:38 WIB
Menteri Lingkungan Hidup RI, Jumhur Hidayat (foto: dok ist)
Share :

Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terkaya di dunia. Terdapat lebih dari 300 ribu spesies yang telah diketahui, termasuk 9,7 persen tumbuhan berbunga dunia, 14 persen mamalia, dan 18,6 persen burung.

Di sektor kelautan, ekosistem Indonesia yang berada di jantung Segitiga Karang menjadi habitat bagi 23 persen hutan mangrove, 16 persen spesies ikan laut global, dan 10 persen spesies karang dunia. Keanekaragaman hayati tersebut mendukung berbagai jasa ekosistem yang penting bagi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim serta menopang jutaan mata pencaharian.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang membentang di lebih dari 17 ribu pulau, dengan lebih dari 60 persen penduduk tinggal di wilayah pesisir, Indonesia berada di garis depan dampak perubahan iklim.

Kenaikan permukaan laut, cuaca ekstrem, dan bencana terkait iklim telah memengaruhi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat pembangunan, mengganggu mata pencaharian, dan meningkatkan risiko masyarakat rentan kembali ke dalam kemiskinan.

“Oleh karena itu, bagi Indonesia, adaptasi iklim bukanlah agenda pinggiran. Ini adalah pilar utama pembangunan berkelanjutan dan pengaman bagi kemakmuran nasional kita. Kita telah memberlakukan Rencana Adaptasi Nasional 2026–2030 sebagai peta jalan menuju Indonesia yang tangguh terhadap iklim dan sebagai dukungan terhadap Visi Indonesia Emas 2045,” ujar Jumhur dalam keterangannya, Rabu (19/8/2026).

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya