JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 2.928 aktivitas gempa bumi susulan setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026.
Berdasarkan hasil monitoring BMKG hingga Rabu (19/8/2026) pukul 11.00 WIB, dari ribuan aktivitas gempa susulan tersebut, gempa dengan magnitudo terbesar tercatat mencapai M6,2.
Terbaru, wilayah Flores kembali diguncang gempa bumi tektonik pada Rabu pukul 10.13.28 WIB. Hasil pemutakhiran analisis BMKG mencatat gempa tersebut memiliki M5,1 dengan kedalaman 10 kilometer.
"Gempa bumi ini merupakan rangkaian susulan dari gempa bumi M7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur, pada tanggal 15 Agustus 2026 pukul 04.58.23 WIB," tulis BMKG dalam keterangannya, Rabu.
BMKG menjelaskan, gempa terbaru tersebut merupakan gempa dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust. Berdasarkan analisis mekanisme sumber, gempa memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.
Gempa dirasakan dengan intensitas IV MMI di Palue, Sikka, serta Wewaria, Ende. Sementara intensitas III MMI dirasakan di Maukaro, Ende.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi maupun isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta memastikan informasi terkait gempa bumi hanya bersumber dari kanal resmi BMKG.
(Arief Setyadi )