Untuk mencegah kekaburan informasi yang berisiko memicu instabilitas politik dan keamanan nasional, publik didorong untuk kembali merujuk pada saluran berita yang kredibel dan memiliki badan hukum resmi. Media massa arus utama memegang tanggung jawab fundamental sebagai pilar edukasi bangsa dan rujukan utama penjernih fakta.
"Poin sentral untuk mendapatkan informasi yang akurat adalah kembali ke media-media mainstream yang resmi, baik televisi maupun media cetak yang sah. Ini menjadi instrumen edukasi penting bagi anak bangsa agar kita tidak mudah terpecah belah dan dapat menjaga stabilitas nasional," tukasnya.
(Rahman Asmardika)