Karhutla Dominasi Bencana, Banjir hingga Kebakaran Landa Sulawesi dan Jawa

Ari Sandita Murti, Jurnalis
Sabtu 29 Agustus 2026 14:25 WIB
Kebakaran Hutan dan Lahan (foto: BNPB)
Share :

JAKARTA - Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyebut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mendominasi kejadian bencana di Tanah Air, khususnya di wilayah Sulawesi dan Jawa.

Berdasarkan pemantauan Direktorat Koordinasi Operasi dan Pengendalian (Dit. Koordalops) BNPB periode Jumat (28/8) pukul 07.00 WIB hingga Sabtu (29/8) pukul 07.00 WIB, sejumlah wilayah juga dilanda bencana banjir.

"Di Sulawesi Tengah, bencana alam banjir melanda wilayah Kabupaten Parigi Moutong, pada Jumat (28/8) pukul 05.30 WITA. Banjir berdampak pada lima desa di Kecamatan Kasimbar, yaitu Desa Labuan Donggulu, Laemanta, Peningka, Lemanta Utara, dan Kasimbar," ujarnya melalui keterangannya, Sabtu (29/8/2026).

Sementara itu, di Provinsi Sulawesi Selatan, kebakaran lahan seluas dua hektare terjadi di Kabupaten Pinrang pada Jumat (28/8). Titik api diketahui berada di Maccorawalie, Kecamatan Watang Sawitto.

 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pinrang bersama tim gabungan lintas instansi bergotong royong melakukan pemadaman api di lokasi.

"Kondisi mutakhir yang dilaporkan pada Jumat (28/8), api berhasil dipadamkan dan kondisi area terdampak sudah aman. Adapun penyebab kejadian masih dalam penyelidikan oleh pihak yang berwenang. Dalam hal ini, pemerintah daerah setempat mengimbau kepada seluruh masyarakat dan seluruh pihak untuk menjaga lingkungan agar kebakaran serupa tidak terjadi di tempat lain," tuturnya.

Bergeser ke Provinsi Jawa Tengah, kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kabupaten Banyumas pada Kamis (27/8), dengan luas lahan terbakar sekitar 1,5 hektare. Lokasi kebakaran berada di Desa Tipar, Kecamatan Rawalo. Petugas gabungan di lapangan telah melakukan penanganan dan si jago merah berhasil dipadamkan pada Jumat (28/8).

"BNPB bersama pemerintah daerah setempat mengimbau pemerintah daerah bersama masyarakat tetap meningkatkan pemantauan di wilayah rawan kebakaran, terutama pada lahan kering, serta memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali," paparnya.

 

Peristiwa serupa juga terjadi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Musim kemarau yang memicu suhu panas dan terik matahari berkepanjangan menyebabkan lahan kering di Blok/Petak Pangonan Cilik BBTN Bromo terbakar.

Luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 13 hektare dan menyebabkan 170 pendaki terjebak di kawasan Ranukumbolo pada Kamis (27/8).

"Titik api tersebut berada di Desa Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe, Desa Ranupane, dan Desa Argosari di Kecamatan Senduro. Kondisi terkini yang dilaporkan pada Jumat (28/8) masih terdapat titik api di atas Pos 4 dan akan segera ditangani, serta 170 pendaki yang berada di Ranukumbolo telah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dan telah berada di Kantor Resort Ranupane," katanya.

Dia menambahkan, kondisi cuaca yang cenderung kering di sejumlah wilayah dapat meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan.

Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran untuk membuka atau membersihkan lahan, tidak membuang puntung rokok atau benda lain yang dapat memicu api secara sembarangan, serta segera melaporkan apabila melihat titik api.
 

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya