Pelajar Korban Kericuhan Pejompongan Jalani Perawatan di RSUD Tarakan

Yuwantoro Winduajie, Jurnalis
Sabtu 29 Agustus 2026 20:31 WIB
Faturohman (foto: Yuwantoro/Okezone)
Share :

JAKARTA - Faturohman (18), pelajar yang menjadi korban penganiayaan saat kericuhan di kawasan Jalan Pejompongan Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026) malam, masih menjalani perawatan di RSUD Tarakan akibat luka yang dideritanya.

Hal itu dibenarkan oleh Titin, istri Ketua RW tempat korban tinggal. Menurut dia, Faturohman belum diperbolehkan pulang dan masih mendapatkan penanganan medis.

"Belum (pulang), masih dirawat. Kemarin dibawa lagi ke RS Tarakan habis kunjungan pak gubernur," ujarnya, Sabtu (29/8/2026).

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjenguk Faturohman pada Jumat (28/8/2026). Usai kunjungan tersebut, korban dirujuk menggunakan ambulans ke RSUD Tarakan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Ia juga mengalami luka di bagian leher yang membuatnya harus mendapatkan beberapa jahitan.

 

Guru agama di sekolah korban, Ahmad Fahmi, menuturkan Faturohman berada di sekitar lokasi karena rumah orang tuanya berada di dalam gang yang menjadi tempat massa berlarian saat situasi memanas.

"Di dalam gang, depan rumahnya, si Fatur ini ketiban motor. Ketiban motor ada orang ngaku intel ya, orang tidak dikenal. Nah, dari dalam gang ini diseret ditarik ke sini," kata Fahmi.

Menurut Fahmi, setelah ditarik keluar gang, korban kemudian mengalami pemukulan. Ia merujuk pada video yang beredar di media sosial yang memperlihatkan korban berada di lokasi tersebut.

"Nah, di sinilah video yang beredar luas di media sosial di sini bagaimana kemudian dipukul, kemudian ada yang ditendangnya begini. Di bagian sininya (leher) kena pisau," ujarnya.

Fahmi mengatakan korban juga bercerita kepadanya bahwa pakaian yang dikenakan robek akibat ditarik saat kejadian berlangsung.

"Ternyata Fatur bercerita ketika sampai di sini diseret, sampai robek ini bajunya ditarik-tarik juga karena dia yang lebam," katanya.

 

Menurut keterangan yang diterimanya dari korban, Faturohman kemudian dibawa hingga ke kawasan Gedung DPR. Di lokasi tersebut, korban mengaku ditempatkan di sebuah ruangan kosong.

"Nah, menurut keterangan Fatur di gedung DPR itu ditaruh di gedung kosong, ruangan kosong dipisah-pisah. Di situ juga terjadi intimidasi, pemukulan segala macam, kemudian dipaksa buat ngaku ya. Tapi Fatur karena nggak melakukan nggak mengaku," ucap Fahmi.

Setelah sempat diamankan di Polda Metro Jaya, Faturohman akhirnya dibebaskan dan dibawa ke RSUD Tanah Abang untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

Sebelumnya, bentrokan antara massa perusuh dan aparat kepolisian pecah di Jalan Pejompongan Raya usai pembubaran massa aksi di depan Gedung DPR RI. Ratusan orang diamankan dalam rangkaian kericuhan yang terjadi di sejumlah titik, mulai dari kawasan Gedung DPR, Pejompongan, hingga Slipi.
 

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya