BNPB Intensifkan Operasi Karhutla di Sumsel, 11.567 Personel Dikerahkan

Ari Sandita Murti, Jurnalis
Selasa 01 September 2026 16:33 WIB
Kepala BNPB Suharyanto (foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto menyebut pihaknya bersama Satgas Karhutla Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus mengintensifkan operasi darat dan udara. Upaya ini dilakukan untuk menekan kemunculan titik api (hotspot) sekaligus mencegah risiko kabut asap lintas batas di tengah puncak musim kemarau dan fenomena El Nino 2026.

"Hasil operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan membuktikan bahwa Satgas Darat yang terdiri dari Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api, Basarnas, relawan, dan sektor swasta ini menjadi kekuatan utama dan harus semakin ditingkatkan kekuatannya," ujarnya melalui keterangannya, Selasa (1/9/2026).

Menurut Suharyanto, berdasarkan data pemantauan per 30 Agustus 2026, area yang masih memerlukan pemadaman dan pemantauan ketat di Sumsel tersisa 67,06 hektare (ha). Dari luas tersebut, patroli udara mendeteksi 11 titik api yang mencakup area sekitar 45 ha, sementara pengecekan lapangan oleh Satgas Darat mendeteksi area seluas sekitar 22,06 ha.

"Saat ini, fokus utama tertuju pada tahap pendinginan di sisa area seluas 48,7 ha, terutama pada lahan gambut agar api tidak kembali berkobar," jelasnya.

 

Dia mengatakan, penguatan mobilisasi personel dan peralatan operasional terus dilakukan guna mengantisipasi keterbatasan akses lokasi dan sumber air. Sebanyak 11.567 personel gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, Basarnas, Masyarakat Peduli Api (MPA), sektor swasta, dan relawan telah dikerahkan ke lapangan.

Selain dukungan personel, BNPB menyalurkan bantuan sarana operasional kepada tujuh BPBD kabupaten/kota terdampak, yaitu Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, Kota Palembang, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Muara Enim, dan Ogan Komering Ilir (OKI).

Sementara untuk dukungan armada udara dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), dari total 32 armada udara nasional, sebanyak sembilan unit disiagakan khusus untuk memantau dan memadamkan karhutla di wilayah Sumatera Selatan.

Rinciannya, OMC menggunakan pesawat Cessna 208 Caravan telah menyelesaikan 27 sortie penerbangan dengan menyemai 27.000 kilogram bahan semai. Sementara patroli udara menggunakan helikopter AS365 N2 dan Cessna 208B mencatat lebih dari 439 jam terbang untuk memetakan titik panas.

Adapun operasi water bombing menggunakan helikopter Blackhawk, MI-8, dan Super Puma mencatat lebih dari 237 sortie pemadaman yang difokuskan di area Tulung Selapan, Rantau Bayur, Sungai Rotan, dan Lalan.

 

Jarak pandang yang terbatas serta angin kencang di lahan gambut masih menjadi tantangan utama dalam operasi udara.

Tren Kebakaran Turun 88 Persen

Penanganan karhutla di Sumsel dalam tiga tahun terakhir menunjukkan penurunan luas area terbakar yang signifikan, yakni lebih dari 88 persen.

Pada 2023, luas area terbakar tercatat mencapai 264.165,68 ha. Angka tersebut turun menjadi 30.844,96 ha pada 2024 dan kembali menurun menjadi 11.879,56 ha pada 2025.

Meski tren kebakaran menunjukkan penurunan, upaya pemantauan dan penanganan tetap diperkuat untuk mengantisipasi peningkatan titik api selama puncak musim kemarau dan fenomena El Nino 2026.
 

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya