JAKARTA - Aliansi tak terduga antara kelompok Houthi di Yaman dan al-Shabaab di Somalia, mulai menjadi perhatian serius Amerika Serikat. Kedua kelompok yang sebelumnya berseberangan secara sektarian itu kini menjalin kerja sama, termasuk dalam pertukaran senjata, pelatihan militer, dan teknologi drone.
Kerja sama tersebut disebut turut diperantarai Jibril “One-Armed” Yahya Ali, warga Somalia yang berperan sebagai penghubung antara al-Shabaab dan kelompok Houthi.
Jibril tewas dalam sebuah serangan udara Amerika Serikat pada 12 Februari. Saat itu, dia tengah berkendara bersama istrinya, Budoor Murshid, di kawasan pantai dekat al-Ghaydah, Yaman.
Menurut dua sumber AS yang mengetahui operasi tersebut, rudal AS menghantam Toyota Corolla yang ditumpangi Jibril. Dia tewas seketika, sementara istrinya berhasil dibawa pergi oleh seorang rekannya.
Jibril diketahui berperan sebagai perantara pengiriman senjata dari Houthi kepada al-Shabaab. Menurut pejabat AS, Somalia, dan Yaman, aktivitas tersebut telah berlangsung setidaknya sejak 2023.
Al-Shabaab, kelompok yang berafiliasi dengan al Qaeda, memiliki sumber dana besar tetapi membutuhkan senjata dan pelatihan. Sebaliknya, Houthi memiliki persenjataan serta kemampuan teknologi militer yang lebih maju dan membutuhkan dana sekaligus akses strategis baru.