Menurut Prabowo, semangat tersebut juga harus diterapkan dalam hubungan kerja sama Indonesia dan Rusia. Berbagai pembahasan mengenai perdagangan, transportasi, sistem pembayaran hingga proyek industri, kata dia, harus bermuara pada manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.
“Ada satu alasan agar seorang nelayan di Indonesia dan seorang pembuat kapal di Rusia sama-sama dapat melihat anak-anak mereka dan percaya bahwa hari esok akan lebih baik daripada hari ini,” katanya.
Prabowo juga menegaskan Indonesia memilih bekerja sama dengan berbagai negara sebagai mitra yang berdaulat dan setara. Dia menekankan prinsip Indonesia yang mengutamakan persahabatan dan kerja sama.
“Bagi kami, 1.000 teman masih terlalu sedikit, sementara satu musuh sudah terlalu banyak,” kata Prabowo.
Dia menambahkan, Indonesia datang ke Vladivostok bukan sekadar untuk mengenang persahabatan dengan Rusia, tetapi untuk mengubah hubungan tersebut menjadi kerja sama yang menghasilkan manfaat nyata.