"Penumpukan gelombang akustik spesifik di Bandung terjadi akibat kombinasi refraksi infrasound pada gradien temperatur dan wind shear stratosfer yang membiaskan energi suara, melompati daerah terdekat (acoustic shadow zone) untuk jatuh tepat pada jarak fokal Cekungan Bandung," ujarnya.
Dia menambahkan, bentuk topografi Cekungan Bandung turut berperan dalam memperkuat fenomena tersebut.
"Di mana bentuk topografi cekungan bertindak sebagai acoustic cavity yang memantulkan kembali serta mengamplifikasi tekanan gelombang atmosferik tersebut secara lokal," pungkasnya.
(Awaludin)