Dinkes DKI mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama saat konsentrasi abu meningkat. Warga juga diminta menutup rapat pintu dan jendela guna mengurangi masuknya abu ke dalam rumah.
Apabila harus bepergian, Ani mengingatkan warga untuk menggunakan masker KN95 atau N95 guna membantu menyaring partikel halus. Masyarakat juga dianjurkan memakai kacamata pelindung agar mata terhindar dari paparan abu vulkanik.
Setelah kembali ke rumah, warga disarankan segera mandi dan keramas, mengganti pakaian, serta mencuci pakaian yang terpapar abu secara terpisah. Bila diperlukan, masyarakat juga dapat membilas mata dan hidung menggunakan air bersih.
Bagi warga yang membersihkan abu vulkanik di teras rumah, kendaraan, maupun lingkungan sekitar, Dinkes meminta agar menggunakan masker, kacamata pelindung, sarung tangan, pakaian lengan panjang, dan sepatu tertutup.
"Perlengkapan tersebut membantu mengurangi risiko abu terhirup serta mencegah iritasi pada mata dan kulit," imbuhnya.
Dinkes juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyapu abu dalam kondisi kering karena dapat membuat partikel abu kembali beterbangan dan terhirup. Sebelum menyapu, warga dianjurkan memercikkan air secukupnya agar abu menjadi lebih berat dan tidak mudah beterbangan.