JAKARTA - Sebanyak 23 personel gabungan dikerahkan untuk mencari lima jurnalis yang hilang kontak, saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
"Puluhan petugas tersebut terdiri atas dua personel KP Sanjaya Mabes Polri, lima personel Ditpolairud Polda Banten, dan 16 personel Basarnas Banten," kata Dirpolairud Polda Banten, Kombes Eko Hartanto dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).
Dalam pencarian tersebut, kata dia, Basarnas mengerahkan kapal KN Tetuka sebagai alat utama untuk menyisir perairan yang diduga menjadi lokasi terakhir keberadaan para jurnalis.
KN Tetuka bertolak dari Dermaga Pelabuhan BBJ Bojonegara menuju perairan Carita, Anyer, pada Rabu (8/9/2026) sore untuk mendukung operasi pencarian.
Operasi pencarian turut menghadapi kondisi sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Saat KN Tetuka bertolak menuju lokasi, langit dilaporkan dipenuhi sebaran abu vulkanik dengan jarak pandang sekitar satu mil.
Sementara berdasarkan laporan kondisi lapangan, cuaca di sekitar lokasi pencarian sebelumnya cerah berawan. Angin bertiup dari arah selatan ke utara dengan kecepatan sekitar 16,7 knot, sedangkan tinggi gelombang berkisar 0,4 hingga 1 meter.
Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap kapal beserta para jurnalis yang hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
(Awaludin)