Ia berupaya mengaitkan "perang melawan teror" pasca-11 September—yang memicu keterlibatan AS selama bertahun-tahun dalam berbagai konflik di Timur Tengah—dengan konflik yang sedang dihadapinya saat ini terkait Iran.
Trump menegaskan kepada hadirin bahwa Republik Islam tersebut "tidak akan pernah memiliki senjata nuklir".
Setiap tahun pada tanggal 11 September, lonceng dibunyikan untuk mengenang waktu tepat saat masing-masing dari keempat pesawat jatuh, serta waktu tepat saat Menara Kembar runtuh. Setelah setiap dentang dari keenam lonceng tersebut, dilakukan momen mengheningkan cipta.
Tahun ini, lonceng ketujuh dibunyikan untuk mengenang ribuan orang yang meninggal akibat berbagai penyakit—termasuk kanker—setelah serangan tersebut.
Menurut pejabat kesehatan AS, penyakit yang berkaitan dengan debu dan asap akibat runtuhnya menara-menara tersebut telah merenggut nyawa dalam jumlah lebih dari tiga kali lipat jumlah korban tewas (yang mencapai hampir 3.000 orang) dalam serangan itu sendiri.
Sebagian besar pelaku serangan 9/11 berasal dari Arab Saudi, dan perencanaannya dipimpin oleh pendiri al-Qaeda, Osama bin Laden, yang merupakan anggota keluarga terkemuka di Arab Saudi.
Namun, para pejabat Saudi berulang kali membantah adanya keterlibatan dalam serangan tersebut, dan pada tahun 2004, Laporan Komisi 9/11 menyatakan "tidak menemukan bukti bahwa pemerintah Saudi sebagai sebuah institusi ataupun pejabat senior Saudi secara pribadi mendanai" al-Qaeda.
Peringatan juga digelar di beberapa lokasi lainnya di berbagai negara di dunia, termasuk di Newfoundland, Kanada; di Buckingham Palace, London, Inggris, dan di Milan, Italia.
(Rahman Asmardika)