JAKARTA - Berbagai peristiwa terjadi pada 14 September dan tercatat dalam sejarah dunia. Peristiwa tersebut meliputi wafatnya Presiden Amerika Serikat (AS) William McKinley, pendirian organisasi negara-negara pengekspor minyak hingga peluncuran pesawat luar angkasa Jepang ke Bulan.
Selain itu, 14 September juga menjadi tanggal kelahiran salah satu tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia, Hajjah Rangkayo (HR) Rasuna Said.
Okezone merangkum sejumlah peristiwa yang terjadi pada 14 September dari beberapa sumber, seperti wikipedia. Berikut pemaparannya:
- Presiden AS William McKinley Dibunuh
Presiden ke-25 AS William McKinley meninggal dunia pada 14 September 1901 setelah ditembak satu pekan sebelumnya. Penembakan terhadap McKinley berlangsung pada 6 September di Buffalo, New York, ketika ia menghadiri sebuah resepsi.
Jepang meluncurkan pesawat luar angkasa pertamanya menuju Bulan pada 14 September 2007. Pesawat tersebut bernama Selene, yang merupakan singkatan dari Selenological and Engineering Explorer, dan juga dikenal dengan nama Kaguya.
Dalam dongeng Jepang, Kaguya merupakan nama seorang putri yang berasal dari Bulan.
Pesawat Kaguya diluncurkan dari Pusat Antariksa Tanegashima di Tanegashima, sebuah pulau yang berada sekitar 1.000 kilometer di sebelah selatan Tokyo.
- Lahirnya Rasuna Said
Hajjah Rangkayo (HR) Rasuna Said lahir di Maninjau, Agam, Sumatera Barat, pada 14 September 1910. Perempuan asal Minang tersebut dikenal sebagai pejuang kemerdekaan Indonesia dan kemudian dinobatkan sebagai pahlawan nasional.
Rasuna Said juga dikenal gigih memperjuangkan kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan, sebagaimana perjuangan yang dilakukan Raden Ajeng Kartini.
Rasuna Said meninggal dunia di Jakarta pada 2 November 1955. Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan. Namanya kemudian diabadikan sebagai salah satu nama jalan di Jakarta Selatan.
- Berdirinya OPEC
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) atau organisasi negara-negara pengekspor minyak bumi resmi berdiri pada 14 September 1960 di Bagdad, Irak.
Indonesia bergabung sebagai anggota OPEC pada 1962. Namun, pada 2008, Indonesia mengajukan pengunduran diri dari organisasi tersebut karena telah menjadi importir minyak sejak 2003 dan tidak mampu memenuhi kuota produksi yang ditetapkan.
OPEC dibentuk dengan tujuan untuk menegosiasikan berbagai persoalan terkait produksi, harga, serta hak konsesi minyak bumi dengan perusahaan-perusahaan minyak.
(Arief Setyadi )