Prabowo Minta Kejaksaan-Polri Tingkatkan Integritas: Bersih, Tidak Korup

Binti Mufarida, Jurnalis
Jum'at 18 September 2026 14:49 WIB
Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers)
Share :

"Dan di ujungnya, kita harus berani bertindak kepada penyimpangan. Ya... kalau... ada umpamanya tambang-tambang ilegal, biasanya itu dapat backing. Dapat perlindungan. Dari siapa? Ya dari mereka yang punya kekuasaan kan. Ya ini... ini yang harus kita... kita tertibkan. Makanya... makanya pekerjaan Indonesia ini tidak... tidak gampang kita. Tapi harus kita lakukan," kata Prabowo.

Dia pun menilai seluruh institusi perlu melakukan revitalisasi dengan didukung kepemimpinan yang kuat.

"Alhamdulillah muncul mungkin generasi-generasi yang lebih muda yang sadar. Jadi setiap saya kasih pengarahan kadang-kadang kepada komandan-komandan batalyon ke atas, saya kasih slide-slide ini. Saya paparkan. "Kamu mau negaramu seperti ini terus?". Karena kamu nanti yang akan ambil alih. Kalau ini diteruskan... susah Indonesia bertahan. Jadi itu... itu tantangannya itu. Memang benar. Semua institusi harus kita apa? Revitalisasi. Ya. Dan ini butuh leadership yang bagus dari pejabat-pejabat yang mimpin," paparnya.

Prabowo juga menyinggung perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) yang membuat praktik penipuan maupun aliran kekayaan hasil korupsi semakin mudah ditelusuri. "Dan saya sampaikan dengan baik ya. Saya sampaikan, dunia sekarang ini, the digital age, ada digitalisasi, ada AI, ya kan. Bagaimana mau sembunyikan apa itu tindakan-tindakan penipuan seperti itu kan. Cepat ketahuan gitu loh. Dan mau sembunyikan di mana kekayaan-kekayaan hasil korupsi, benar nggak? Ya kan. Ya ujungnya nanti ya kita harus harus... harus lebih pandai mencari bunker-bunker itu. Bener nggak? Iya kan," ucapnya.

Menurut Prabowo, perkembangan sistem keuangan juga memungkinkan aliran uang ditelusuri. "Karena... karena sekarang bisa ditelusuri kok uang ke mana. Iya kan. Dan bank-bank itu juga bisa kena denda kalau dia menerima uang-uang hasil korupsi itu. Dunia sekarang agak lain gitu. Dunia sekarang ya. Enggak segampang... Contohnya kayak PBB yang keluarkan angka. Iya kan? Di Indonesia nggak bakal kita ketemu ini. Kita dapat ini kan dari PBB, dari Bank Dunia," paparnya.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya