Mengerikan! Bom Mobil Meledak di Masjid Pakistan saat Shalat Jumat, 21 Orang Tewas

Awaludin, Jurnalis
Sabtu 19 September 2026 09:03 WIB
Bom Mobil Meledak di Masjid Pakistan (foto: dok EPA)
Share :

JAKARTA - Sedikitnya 21 orang tewas dan lebih dari 100 lainnya terluka dalam serangan bom mobil, yang menargetkan sebuah masjid di kompleks kepolisian di Kota Kohat, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan.

Serangan terjadi pada Jumat (18/9/2026) saat jamaah tengah melaksanakan shalat Jumat. Sebuah kendaraan yang diduga membawa bahan peledak menabrak bagian masuk kompleks masjid sekitar pukul 13.15 waktu setempat.

Ledakan tersebut kemudian diikuti serangan bersenjata terhadap fasilitas kepolisian. Polisi menyebut sejumlah penyerang melepaskan tembakan setelah ledakan terjadi.

Laporan pejabat kesehatan setempat menyebut 15 anggota kepolisian termasuk di antara korban tewas. Seorang anak berusia empat tahun juga dilaporkan menjadi korban dalam serangan tersebut. Lebih dari 100 orang lainnya mengalami luka-luka dan mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit.

Kepala Kepolisian Khyber Pakhtunkhwa, Zulfiqar Hameed, mengatakan tujuh penyerang terlibat dalam aksi tersebut. Enam di antaranya dilaporkan tewas dalam ledakan dan baku tembak dengan aparat.

Video yang diverifikasi BBC menunjukkan lokasi kejadian dipenuhi puing-puing. Sejumlah orang terlihat mengevakuasi dan memberikan pertolongan kepada para korban.

 

Kelompok yang bertanggung jawab atas serangan tersebut menjadi bagian dari penyelidikan. Laporan terbaru dari media Pakistan menyebut kelompok Ittehadul Mujahideen Pakistan mengklaim bertanggung jawab atas serangan, sementara laporan awal menyebut belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab.

Serangan itu terjadi di tengah meningkatnya aksi kekerasan kelompok bersenjata di wilayah perbatasan Pakistan-Afghanistan. Kelompok militan dalam beberapa bulan terakhir semakin sering menargetkan aparat keamanan, khususnya polisi dan militer.

Pemerintah Pakistan menuduh kelompok militan menggunakan wilayah Afghanistan sebagai tempat berlindung untuk merencanakan serangan. Pemerintah Taliban Afghanistan membantah tuduhan tersebut dan menyebut persoalan kelompok bersenjata sebagai masalah domestik Pakistan.

Presiden Pakistan Asif Ali Zardari mengecam serangan tersebut dan menyampaikan harapan agar para korban luka segera pulih. Sekretaris Jenderal PBB António Guterres juga mengecam keras serangan yang menargetkan warga sipil dan tempat ibadah.
 

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya