Ia juga mendesak penghormatan terhadap kedaulatan Lebanon, seraya menyatakan bahwa Lebanon yang berdaulat penuh diperlukan untuk mengatasi keberadaan Hizbullah dan memulihkan keamanan.
"Kedaulatan bagi Lebanon dan rakyatnya. Kedaulatan bagi rakyat Palestina. Hak-hak mereka yang paling mendasar sekali lagi dilanggar," ujarnya.
Beralih ke Suriah, Macron menyatakan bahwa Prancis akan terus mendukung kedaulatan dan persatuan negara tersebut.
"Revolusi itu tidak boleh berakhir dengan kekecewaan," katanya.
Macron juga memperingatkan bahwa hukum humaniter internasional dan Konvensi Jenewa sedang menghadapi tantangan serius di tengah berbagai konflik di seluruh dunia.
"Kejahatan perang telah dilakukan secara sistematis dan masif. Kita telah menyaksikan penghancuran infrastruktur sipil serta pelanggaran hak asasi manusia. Ini adalah era baru tindakan barbar," ujarnya. "Konvensi Jenewa menawarkan kerangka perlindungan, namun kini kerangka itu sedang dilumpuhkan."
Ia juga menegaskan kembali dukungan Prancis terhadap Mahkamah Internasional (ICJ), seraya menyatakan bahwa Paris akan terus mendukung "peran sentral" lembaga tersebut. "Kita tidak bisa begitu saja menerima tatanan baru impunitas yang coba dibangun oleh sebagian pihak," ujarnya.
Pemimpin Prancis itu juga mendesak reformasi Dewan Keamanan PBB, seraya menyatakan bahwa Prancis mendukung langkah-langkah yang bertujuan menjadikan badan tersebut lebih efektif. "Kita harus membuka diri terhadap anggota baru dan kawasan baru."
(Rahman Asmardika)