Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

MUI Serukan Perdamaian Dunia di Forum Lintas Agama di Italia

Tim iNews Media Group , Jurnalis-Kamis, 29 Oktober 2026 |19:39 WIB
MUI Serukan Perdamaian Dunia di Forum Lintas Agama di Italia
MUI Serukan Perdamaian Dunia di Forum Lintas Agama di Italia
A
A
A

JAKARTA  — Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kiai Marsudi Syuhud menghadiri pertemuan Internasional untuk Perdamaian ke-40 International Meeting for Peace yang diselenggarakan oleh Komunitas Sant'Egidio di Colle del Paradiso, Sala Stampa, Assisi, Italia.

Kiai Marsudi juga berpidato dalam forum akbar lintas agama yang mengusung tema Unarmed and Disarming Peace (Pemerintahan Damai Tanpa Senjata dan Melucuti Senjata) tersebut.

Dia menyoroti realitas global yang tengah terkoyak oleh berbagai konflik bersenjata, mulai dari Gaza, Myanmar, Ukraina, hingga kawasan Timur Tengah seperti Iran, Palestina, dan Yaman.

"Hari ini, kita hidup di dunia yang tengah berperang. Pertanyaannya di manakah agama? Apakah agama bagian dari perang, atau bagian dari perdamaian?" ungkap Kiai Said di hadapan para pemuka agama dan akademisi dunia, Kamis (29/10/2026).

Sebagai representasi dari benua Asia yang dikenal sebagai tempat kelahiran berbagai agama besar dunia seperti Hindu di India, Buddha di Nepal, Konfusianisme di Tiongkok, hingga agama-agama samawi di Asia Barat, dia menegaskan bahwa jika agama-agama lahir di Asia, maka semangat perdamaian juga harus lahir dan dipancarkan dari Asia.

Kiai Marsudi mengelaborasi pandangannya melalui empat pendekatan utama: dalil Al-Qur'an dan Hadis, teladan sejarah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, pandangan para ulama, serta prinsip-prinsip yurisprudensi (fiqh).

Dia juga menyoroti "Model Madinah" sebagai preseden historis kepemimpinan majemuk pertama di dunia. Konstitusi Madinah (Sahifah Al-Madinah) yang dicetuskan pada tahun 622 M terbukti mampu merangkul keragaman umat Islam, Yahudi, Kristen, Majusi, dan pagan Arab dalam ikatan damai dan kebebasan beragama, 400 tahun lebih awal sebelum lahirnya Magna Carta di Eropa.

"Jika Madinah bisa hidup damai dengan berbagai agama 1.400 tahun yang lalu, mengapa Gaza, Ukraina, Iran, Yaman, Palestina, dan tempat-tempat lainnya tidak bisa hidup damai hari ini?," tegasnya.

Dia juga menyerukan agar dunia tidak mengimpor perang ke Asia, melainkan mengekspor nilai-nilai perdamaian dari Asia.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement