Kapal USS Abraham Lincoln bertolak dari California pada November 2025 untuk bertugas di Laut Cina Selatan, sebelum rutenya dialihkan ke Timur Tengah menjelang serangan AS-Israel terhadap Iran yang dimulai pada akhir Februari 2026. Kapal tersebut akhirnya singgah di Thailand pada awal September setelah 286 hari berada di laut.
Pada Agustus lalu, keluarga anggota militer dan para pembuat undang-undang menyuarakan kekhawatiran terkait laporan upaya bunuh diri, masalah kesehatan mental yang serius, kekurangan pasokan makanan, hingga buruknya standar kebersihan di atas kapal.
Klaim-klaim tersebut sempat ditepis oleh Trump pada saat itu. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth juga bersikeras bahwa situasi di kapal induk tersebut telah "digambarkan secara keliru."
(Rahman Asmardika)