Viral "Cucu Krakatau" di Selat Sunda, Badan Geologi Ungkap Fakta Sebenarnya

Tim iNews Media Group , Jurnalis
Jum'at 25 September 2026 08:45 WIB
Gunung anak krakatau (foto: PVMBG)
Share :

Badan Geologi menginterpretasikan kemunculan kedua gumuk tersebut masih berkaitan dengan aktivitas erupsi menerus pada 4-6 September 2026.

Material magma yang bersifat encer diduga keluar ke permukaan melalui jalur bukaan yang memanjang dari arah barat laut menuju tenggara. Material erupsi tersebut kemudian membentuk endapan di lokasi lain yang dari citra satelit terlihat menyerupai dua pulau.

Meski demikian, Badan Geologi menegaskan temuan tersebut masih sebatas interpretasi berdasarkan citra satelit. Belum dapat dipastikan apakah kedua gumuk tersebut merupakan daratan baru yang terbentuk secara permanen. Verifikasi akan dilakukan melalui pengecekan langsung ke lapangan serta perbandingan citra satelit sebelum dan sesudah erupsi.

Dengan demikian, penyebutan fenomena tersebut sebagai “Cucu Krakatau” yang ramai di media sosial belum menjadi istilah atau kesimpulan resmi dari Badan Geologi.

Sementara itu, masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti rekomendasi keselamatan yang dikeluarkan Badan Geologi. Saat ini, status Gunung Api Anak Krakatau berada pada Level II atau Waspada, setelah sebelumnya diturunkan dari Level III atau Siaga.

Masyarakat dan wisatawan direkomendasikan tidak mendekati area dalam radius dua kilometer dari pusat erupsi. Khusus terhadap dua gumuk yang terlihat menyerupai pulau tersebut, masyarakat juga diimbau tidak mendekat dalam radius satu kilometer demi keselamatan.
 

(Awaludin)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya