Pemerintah Provinsi Yerusalem melaporkan para pemukim menyerbu halaman tempat suci tersebut di bawah perlindungan tentara Israel. Para pemukim kemudian melakukan doa dan ritual keagamaan selama berjam-jam.
“Tindakan-tindakan ini terjadi di tengah pelanggaran berkelanjutan terhadap status quo historis dan hukum di masjid tersebut,” demikian bunyi pernyataan itu.
Khaled Meshaal, anggota biro politik Hamas, memperingatkan pada hari Sabtu bahwa tindakan dan langkah-langkah Israel terhadap Masjid Al-Aqsa "membuka jalan bagi kendali dan dominasi total atas situs tersebut".
(Arief Setyadi )