Untuk menjaga mobilitas warga, rekayasa atau pengaturan lalu lintas akan dilakukan secara situasional. Penyesuaian dilakukan berdasarkan kondisi arus kendaraan dan perkembangan kegiatan di masing-masing lokasi.
Langkah tersebut ditujukan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan, termasuk kegiatan perekonomian, pendidikan, ibadah, maupun kepentingan publik lainnya.
Budi juga mengimbau peserta aksi menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Peserta juga diminta menghormati masyarakat lain yang tetap menjalankan aktivitas dan bersama-sama menjaga fasilitas umum.
“Personel di lapangan telah diarahkan untuk bertindak profesional dan humanis. Kami berharap seluruh kegiatan dapat berjalan dengan tertib dan aktivitas masyarakat tetap berlangsung dengan baik,” jelas dia.
(Rahman Asmardika)