JAKARTA - Polda Metro Jaya mengerahkan 17.628 personel gabungan untuk mengawal 37 agenda kegiatan masyarakat di wilayah DKI Jakarta pada Selasa (29/9/2026). Sebanyak 20 kegiatan di antaranya merupakan aksi penyampaian pendapat di muka umum, termasuk yang digelar di kawasan DPR/MPR RI.
Personel yang dilibatkan berasal dari unsur Polri, TNI, Pemprov DKI Jakarta, hingga Pamdal DPR-MPR RI. Di tengah banyaknya agenda, Wakapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Dekananto Eko Purwono meminta jajarannya tidak mudah terpancing situasi ketika menjalankan tugas di lapangan.
“Yang paling utama, kita semua harus benar-benar sabar dan tidak terprovokasi,” kata Wakapolda Metro Jaya Irjen Pol Dekananto Eko Purwono.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, 20 agenda penyampaian pendapat tersebar di sejumlah wilayah Jakarta, terutama Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.
Beberapa titik yang menjadi perhatian polisi antara lain kawasan DPR/MPR RI, Bundaran HI-Dukuh Atas, hingga Silang Selatan Monas.
Menurut Budi, pengamanan tidak hanya berfokus pada kegiatan penyampaian aspirasi. Polisi juga harus memastikan masyarakat yang tidak terlibat tetap dapat beraktivitas seperti biasa.
“Pelaksanaan tugas tetap mengedepankan pola komunikatif, pendekatan humanis, dan koordinasi agar penyampaian aspirasi dapat berlangsung tertib, sementara aktivitas masyarakat lainnya tetap berjalan,” ujar Kombes Budi.
Untuk menjaga mobilitas warga, rekayasa atau pengaturan lalu lintas akan dilakukan secara situasional. Penyesuaian dilakukan berdasarkan kondisi arus kendaraan dan perkembangan kegiatan di masing-masing lokasi.
Langkah tersebut ditujukan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan, termasuk kegiatan perekonomian, pendidikan, ibadah, maupun kepentingan publik lainnya.
Budi juga mengimbau peserta aksi menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Peserta juga diminta menghormati masyarakat lain yang tetap menjalankan aktivitas dan bersama-sama menjaga fasilitas umum.
“Personel di lapangan telah diarahkan untuk bertindak profesional dan humanis. Kami berharap seluruh kegiatan dapat berjalan dengan tertib dan aktivitas masyarakat tetap berlangsung dengan baik,” jelas dia.
(Rahman Asmardika)