JAKARTA - Perputaran ekonomi konser The Weeknd dan festival musik Pestapora dalam beberapa hari terakhir mencapai hampir Rp250 miliar. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, dampak ekonomi tersebut berasal dari meningkatnya aktivitas masyarakat selama berlangsungnya konser dan festival musik.
Pergerakan ekonomi tidak hanya terjadi di lokasi acara, tetapi juga menyebar ke sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi C DPRD DKI Syafi Djohan memberikan penilaian namun juga catatan.
"Jadi, kami menyambut baik semakin banyaknya konser internasional di Jakarta. Tetapi ukurannya bukan sekadar ramai,” ujar Syafi Djohan, Selasa (29/9/2026).
“Ukurannya adalah apakah kegiatan tersebut mampu menciptakan lapangan usaha, menggerakkan UMKM, meningkatkan PAD, memperkuat ekonomi kreatif, sekaligus tetap memberikan kenyamanan bagi warga,"lanjutnya.
Politikus Partai Golkar ini mengatakan, geliat ekonomi yang muncul dari penyelenggaraan konser dan festival musik mesti menjadi salah satu indikator Jakarta bisa diperhitungkan dan dikenal di dunia Internasional. Dan yang paling utama soal infrastruktur juga kesiapan warganya.
"Saya melihat semakin banyaknya konser dan festival musik berskala internasional di Jakarta merupakan perkembangan yang positif,”ujarnya.
‘Ini menunjukkan Jakarta memiliki infrastruktur, pasar, dan ekosistem ekonomi kreatif yang mampu menarik penyelenggara serta musisi kelas dunia. Dalam konteks Jakarta sebagai kota global, kegiatan seperti ini tentu ikut memperkuat daya tarik dan eksistensi Jakarta di mata masyarakat internasional,"lanjutnya.
Namun kata dia, jangan sampai Jakarta mendapatkan citra positif karena konser internasional, tetapi warga di sekitar lokasi justru mengalami kemacetan, gangguan akses, atau persoalan fasilitas umum. Jadi harus ada keseimbangan antara event economy dan public service.