Gagalnya G30S PKI dan Pelarian DN Aidit hingga Berujung Dieksekusi

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Jum'at 02 Oktober 2026 04:00 WIB
Gagalnya G30S PKI dan Pelarian DN Aidit hingga Berujung Dieksekusi/ist
Share :

JAKARTA - Gerakan 30 September 1965 atau G30S PKI yang dipimpin Letkol Untung Sutopo gagal menjalankan langkah lanjutan usai menculik sejumlah perwira tinggi Angkatan Darat (AD) yang disebut Dewan Jenderal.

Sebanyak enam jenderal dan satu perwira TNI menjadi korban penculikan Jenazah mereka dibuang dalam kondisi mengenaskan dalam sebuah lubang atau sumur berukuran kecil di Lubang Buaya, di kawasan Jakarta Timur.

Enam jenderal dan satu perwira TNI yang menjadi korban kebiadaban PKI yakni, Jenderal Ahmad Yani, Mayjen Suprapto, Mayjen M.T Haryono, Mayjen S. Parman, Brigjen Panjaitan, Brigjen Siswodihardjo, dan Lettu Pierre Tendean.

Saat itu, pasukan RPKAD (cikal bakal Kopassus) yang dipimpin Sarwo Edhie Wibowo berhasil membalik keadaan. Sejumlah tempat-tempat strategis, termasuk stasiun Radio Republik Indonesia (RRI) berhasil direbut kembali. Pasukan RPKAD yang sudah mengepung Halim Perdanakusuma juga dalam posisi siap menyerang.

Melihat situasi yang tidak menguntungkan, Ketua CC Partai Komunis Indonesia (PKI) DN Aidit buru-buru meninggalkan Jakarta. Ia memutuskan menyelamatkan diri karena Jakarta dianggapnya sudah tidak aman.

Aidit tiba di Yogyakarta pada 2 Oktober 1965. Daerah Istimewa Yogyakarta dipilih karena bekas ibu kota Republik Indonesia itu merupakan salah satu basis PKI.

Dilansir dari catatan peneliti asing Herbert Feith dalam Pemilihan Umum 1955 di Indonesia, PKI di Yogyakarta mendapat dukungan suara tertinggi, yakni 237.000 suara.

Selain itu, pada 1 Oktober 1965, yakni sehari setelah peristiwa G30S PKI meletus, muncul demonstrasi massa yang menyatakan mendukung Gerakan 30 September 1965.

Wali Kota Surakarta juga menyatakan sikap yang sama, yakni mengeluarkan pengumuman mendukung Gerakan 30 September 1965. Begitu juga dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah yang merupakan simpatisan PKI.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya