Tangis Terakhir Ade Irma saat Subuh Berdarah di Rumah Jenderal Nasution

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Selasa 06 Oktober 2026 05:00 WIB
Ade Irma Suryani dan keluarga/IST
Share :

JAKARTA - Ade Irma Suryani, putri bungsu Jenderal A.H. Nasution menjadi salah satu korban penembakan saat peristiwa G30S PKI. Ade Irma meninggal di usia 5 tahun pada 6 Oktober 1965, atau tepat 61 tahun silam.

Ade harus mengalami kejadian mencekam saat usianya baru 5 tahun dan menjadi korban dalam peristiwa kudeta yang dilakukan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Jenderal Nasution dan keluarganya saat itu berada di Menteng Jakarta Pusat pada 30 September 1965. Pasukan Cakrabirawa menyerbu dan akan menghabisi Jenderal Nasution.

Dilansir beragam sumber, saat peristiwa Subuh berdarah itu terjadi, Ade Irma sedang tidur bersama ayah dan ibunya, Jenderal Nasution dan Johana Soenarti.

Jenderal Nasution dan istrinya mendengar pergerakan di dalam rumah mereka. Johana meminta suaminya untuk kabur melalui dinding belakang dan dirinya membuka perlahan pintu agar tidak ketahuan pasukan yang sedang menyerbu.

Adik Jenderal Nasution, Mardiah segera menggendong Ade Irma untuk menyelamatkannya ke kamar lain. Sayangnya Mardiah salah membuka pintu dan mereka pun tertembak.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya