Selain itu, Indonesia menekankan pentingnya kesetaraan serta akses terhadap pendanaan, teknologi, dan peningkatan kapasitas untuk mendukung aksi mitigasi dan adaptasi. Pemerintah juga mempercepat aksi iklim melalui FOLU Net Sink 2030, pengurangan emisi dari limbah dan metana, serta transformasi industri menuju proses produksi yang lebih rendah karbon.
“Kami mempercepat aksi iklim di seluruh sektor ekonomi melalui FOLU Net Sink 2030, mengurangi emisi dari limbah dan metana, serta melakukan transformasi industri—baik melalui dekarbonisasi industri yang sudah ada maupun pengembangan industri rendah karbon sejak tahap perancangannya. Transisi energi kita harus berlangsung secara adil, teratur, dan berpusat pada masyarakat, sembari memperkuat ketahanan energi, keterjangkauan, serta melindungi kelompok masyarakat yang rentan,” katanya.
Jumhur menegaskan, keberhasilan agenda perubahan iklim tidak cukup hanya diukur dari komitmen yang disampaikan dalam forum internasional. Menurutnya, setiap komitmen harus diterjemahkan menjadi kebijakan dan aksi yang konkret, terukur, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Tantangan dunia saat ini bukan lagi sekadar meningkatkan ambisi, melainkan memastikan bahwa ambisi tersebut benar-benar diwujudkan melalui implementasi yang konkret,” pungkasnya.
(Arief Setyadi )