Nanik menjelaskan bahwa Al Yasini menerapkan konsep eco-pesantren berbasis ekoteologi melalui pengelolaan sampah, penghematan energi, pemanfaatan tenaga surya, hingga pengembangan biogas. Inovasi tersebut mengantarkan Al Yasini diusulkan menerima penghargaan lingkungan hidup dari Dinas Lingkungan Hidup Jawa Timur.
Al Yasini juga melakukan transformasi layanan berbasis teknologi digital. Inovasi tersebut dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan pesantren sekaligus memperkuat keterlibatan orang tua dalam memantau perkembangan santri.
"Dalam menghadapi perkembangan teknologi, kami mengembangkan aplikasi Al Yasini-U untuk memudahkan wali santri memantau kesehatan, kedisiplinan, prestasi, kehadiran, serta perizinan putra-putrinya,''ujarnya.
''Kami juga menghadirkan aplikasi Saku untuk transaksi nontunai berbasis kartu tanda santri, sehingga orang tua dapat mengatur batas pengeluaran anak," pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )