JAKARTA — Gunung Semeru di Jawa Timur kembali erupsi pada Minggu (11/10/2026) pukul 08.31 WIB. Dalam letusan tersebut, ketinggian kolom abu teramati mencapai sekitar 800 meter di atas puncak atau 4.476 meter di atas permukaan laut.
Berdasarkan pengamatan Badan Geologi, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi sekitar 1 menit 59 detik.
"Telah terjadi erupsi G. Semeru, Jawa Timur pada tanggal 11 Oktober 2026 pukul 08:31 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 800 m di atas puncak," tulis Badan Geologi melalui akun media sosial resminya.
Saat ini, Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga).
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
Selain itu, warga diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan bahaya lontaran batu pijar.
Masyarakat juga diimbau mewaspadai potensi awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada anak sungai dari Besuk Kobokan.
(Rahman Asmardika)