Penyakit ini dapat menyebabkan diare berat, muntah, dan kram otot. Tanpa penanganan yang tepat, kolera dapat berakibat fatal. Pengobatan utama dilakukan melalui rehidrasi oral, sedangkan antibiotik dapat diberikan pada kasus tertentu yang lebih berat sesuai penilaian medis.
Di tengah meningkatnya kebutuhan penanganan, WHO menghadapi keterbatasan pendanaan untuk merespons wabah di Yaman.
Badan kesehatan PBB yang berkantor pusat di Jenewa tersebut menyatakan baru memperoleh dana sebesar 3,78 juta dolar AS dari total 31 juta dolar AS yang dibutuhkan untuk mendukung respons darurat selama 90 hari.
Dana tersebut diperlukan untuk memperluas pengawasan penyakit di lokasi pengungsian, mengerahkan tim respons cepat, memperkuat layanan pengobatan kolera, serta meningkatkan pencegahan infeksi di fasilitas kesehatan dan pusat pengobatan kolera.
WHO menilai pendanaan tambahan dan akses terhadap layanan kesehatan, air bersih, serta vaksinasi menjadi kebutuhan mendesak untuk menekan penyebaran wabah di tengah konflik yang masih berlangsung.
(Awaludin)