YAMAN - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan lonjakan kasus dugaan kolera di Yaman, seiring meningkatnya intensitas konflik dan bertambahnya jumlah warga yang mengungsi. Dalam tiga pekan terakhir, kasus dugaan penyakit tersebut meningkat hingga tiga kali lipat.
Dalam laporan yang dirilis pada Selasa, WHO mencatat jumlah kasus dugaan kolera naik dari 217 kasus pada pekan 6–12 September menjadi 647 kasus pada pekan 27 September–3 Oktober.
Situasi tersebut terjadi ketika lebih dari 200.000 orang terpaksa meninggalkan rumah akibat pertempuran yang kembali memanas. Banyak warga mengungsi ke kamp-kamp dengan kondisi sanitasi yang buruk, sehingga meningkatkan risiko penyebaran penyakit.
“Keluarga-keluarga yang mengungsi akibat konflik kini menghadapi ancaman lain dari penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dan diobati,” kata Annette Heinzelmann, direktur darurat WHO untuk kawasan tersebut, dilansir dari Al Jazeera, Rabu (14/10/2026).
“Tanpa pendanaan mendesak dan akses tanpa hambatan ke air bersih, vaksinasi, dan layanan kesehatan penting, wabah dapat menyebar dengan cepat di antara komunitas yang sudah rentan,” ujarnya.