JAKARTA - Kepala Badan Siber dan Sandi Negara ( BSSN ) Nugroho Sulistyo Budi mendorong penguatan ketahanan siber di kawasan ASEAN. Hal itu penting mengingat ancaman siber saat ini semakin kompleks.
Demikian disampaikan Nugroho saat menghadiri 11th ASEAN Ministerial Conference on Cybersecurity (AMCC) yang diselenggarakan dalam rangkaian Singapore International Cyber Week (SICW) 2026.
“AMCC ke-11 menjadi momentum strategis bagi negara-negara ASEAN untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi perkembangan ancaman siber yang semakin kompleks dan melampaui batas negara,” ujarnya, Kamis (15/10/2026).
Dikatakannya, sejumlah isu utama mengemuka dalam kegiatan tersebut, seperti ancaman siber berbasis Artificial Intelligence (AI), ransomware, penipuan daring, pelindungan Infrastruktur Informasi Vital (IIV), serta kesiapan menghadapi perkembangan komputasi kuantum melalui migrasi menuju PostQuantum Cryptography (PQC).
Dalam pertemuan tersebut, negara-negara ASEAN juga menyambut ASEAN Cybersecurity Cooperation Strategy 2026–2030 sebagai arah strategis penguatan kerja sama keamanan siber kawasan, termasuk peningkatan pertukaran informasi ancaman siber, pengembangan kapasitas, dan penguatan operasional ASEAN Regional CERT.
Nugroho juga menyampaikan pandangan Indonesia mengenai pentingnya membangun ketahanan siber kolektif ASEAN yang dilandasi kepercayaan, transparansi, penghormatan terhadap kedaulatan negara, serta penguatan kerja sama yang inklusif dan berorientasi pada hasil nyata.
“Indonesia akan terus mendorong peningkatan kerja sama operasional antar-CERT nasional, penguatan pelindungan infrastruktur kritis,”ujarnya.
“Pengembangan kapasitas dalam menghadapi ancaman berbasis AI, serta pertukaran pengalaman dan praktik terbaik dalam mempersiapkan transisi menuju kriptografi pascakuantum,” pungkasnya.