JAKARTA - Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Sukabumi dan Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (15/10/2026) sore. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat dua gempa dengan magnitudo 3,5 dan 4,1, disusul satu gempa susulan bermagnitudo 2,4.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Ana Oktavia Setiowati mengatakan, gempa pertama terjadi pada pukul 17.49.43 WIB. Berdasarkan hasil analisis BMKG, episenter gempa berada di darat pada koordinat 6,73 Lintang Selatan dan 106,61 Bujur Timur, atau sekitar 25 kilometer di utara Kabupaten Sukabumi, dengan kedalaman 9 kilometer.
Sementara itu, gempa kedua memiliki magnitudo 4,1. Episenternya berada pada koordinat 6,73 Lintang Selatan dan 106,60 Bujur Timur, atau sekitar 26 kilometer barat daya Kota Bogor, dengan kedalaman 5 kilometer.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” kata Ana dalam keterangannya.
Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah. Sejumlah benda dilaporkan bergetar, gerabah dapat pecah, serta jendela, pintu, dan dinding berbunyi.
Sementara itu, wilayah Kalapanunggal, Leuwiliang, Cipeuteuy, Lengkong, dan Parakansalak merasakan getaran dengan intensitas III MMI. Getaran terasa nyata di dalam rumah, seperti ketika truk melintas.
Adapun di Palabuhanratu, Pabuaran, dan Cicantayan, getaran dirasakan dengan intensitas II MMI, yakni hanya dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Meski gempa dirasakan di sejumlah wilayah, BMKG menyatakan hingga laporan tersebut disampaikan belum ada laporan kerusakan bangunan akibat kejadian itu.
Hingga pukul 18.40 WIB, hasil pemantauan BMKG menunjukkan adanya satu aktivitas gempa susulan dengan magnitudo 2,4.
(Awaludin)