“Terlebih bagi anak-anak penyandang disabilitas, kehadiran seorang pemimpin dapat memberikan pesan yang sangat kuat: bahwa mereka terlihat, didengar, dihargai, dan diakui keberadaannya,” katanya.
Angkie berharap, kesempatan serupa tidak berhenti pada pertemuan di Istana, tetapi dapat diperluas bagi komunitas penyandang disabilitas di berbagai daerah. Ia menegaskan, upaya membangun inklusi perlu diikuti dengan terbukanya akses dan kesempatan yang nyata.
“Keberhasilan inklusi bukan diukur dari seberapa sering penyandang disabilitas diundang ke ruang-ruang penting, tetapi dari seberapa besar kesempatan yang benar-benar terbuka bagi mereka setelahnya,” katanya.
(Arief Setyadi )