"Hari ini problemnya data tersebut, data sudah bergerak tetapi kemudian masih ada saja yang dianggap oleh mereka yang bekerja di lapangan itu belum objektif, belum sesuai dengan apa yang terjadi," ujarnya.
Ketiga, layanan kesehatan dan pendidikan yang masih memprihatinkan. Robert menilai keberlanjutan layanan kesehatan dan pendidikan bagi korban bencana perlu menjadi perhatian serius pemerintah. Sebab, dampak bencana tidak hanya dirasakan masyarakat saat ini, tetapi juga berpotensi memengaruhi generasi mendatang.
Dia mencontohkan anak-anak korban bencana yang hanya dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar satu hingga dua kali dalam sepekan karena harus bergantian menggunakan tenda sekolah yang tersedia.
"Terlalu luas bagi anak-anak kita yang sekolahnya seminggu kadang-kadang cuman sekali, paling banyak dua kali karena dia harus bertukar giliran dengan kelas lain untuk memanfaatkan satu atau dua tenda yang ada," tutur Robert.