KARAK – Peristiwa penembakan gereja di wilayah Karak, Yordania, mengakibatkan tujuh orang tewas dan 34 lainnya terluka. Pelaku melepaskan tembakan saat berlangsungnya upacara pemakaman di sebuah gereja.
Penembakan brutal tersebut juga terekam CCTV. Pelaku berjumlah empat orang terlihat memasuki area Gereja Santo George di Desa Humud.
Dilansir Aljazeera, Direktur Direktorat Keamanan Publik Yordania, Obaidullah Al-Maaytah, membenarkan bahwa tujuh orang dipastikan tewas akibat serangan di gereja.
“Dua puluh tujuh orang yang terluka sedang menjalani perawatan di rumah sakit, ujar Obaidullah Al-Maaytah, Sabtu (24/10/2026).
Sejumlah saksi mata menuturkan, bahwa mereka mendengar ledakan saat prosesi pemakaman dimulai, setelah itu sejumlah penyerang bertopeng menerobos masuk ke dalam gereja dan melepaskan tembakan selama beberapa menit.
Stasiun televisi milik negara, Al-Mamlaka, melaporkan bahwa aparat keamanan telah dikerahkan ke gereja tersebut dan sedang mengejar dua tersangka yang sempat keluar dari sebuah kendaraan lalu melepaskan tembakan.
Salah seorang yang hadir dalam pemakaman, Khaled Burqan, mengatakan kepada Al-Mamlaka bahwa terdapat puluhan orang dalam prosesi tersebut.
Menurutnya, salah satu penyerang membawa pistol, sementara penyerang lainnya membawa senapan. Hingga saat ini, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Mazen Al-Faraya mengatakan dalam konferensi pers bahwa serangan teroris tersebut belum pernah terjadi sebelumnya dan dilakukan oleh kelompok yang tidak memiliki hubungan dengan kemanusiaan”.
“Negara ini tidak akan pernah terseret ke dalam terorisme dan kekerasan. Rakyat Yordania belum pernah melihat hal seperti ini sebelumnya,”pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )