TEHERAN - Iran telah meluncurkan rudal ke arah pangkalan Amerika Serikat (AS) di Yordania dan mengklaim telah menyerang dua kapal perusak Amerika sebagai balasan atas serangan Washington baru-baru ini. Ini merupakan serangan terbaru di tengah langkah Teheran memperluas ancamannya terhadap aset AS dan kapal tanker minyak di kawasan tersebut.
Militer Yordania mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat 18 dari 20 rudal balistik yang ditembakkan dari Iran dalam serangan yang menyasar pangkalan AS. Laporan lain menyebutkan beberapa rudal Iran menghantam pangkalan, dengan rekaman diduga menunjukkan ledakan di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania.
Seorang juru bicara militer menambahkan bahwa sisa rudal jatuh di area terbuka tanpa menimbulkan korban jiwa di kalangan sipil ataupun kerusakan infrastruktur.
Laporan lain menyebutkan Iran juga menghantam pangkalan AS di Bahrain dan Irak.
Rentetan serangan ini menyusul pengumuman dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran yang mengklaim serangan rudal terhadap pangkalan militer AS di Yordania serta kapal perusak tempur AS DDG-119 dan DDG-53, yang dilengkapi dengan rudal jelajah dan sistem tempur Aegis.
Dalam pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita semi-resmi Tasnim, IRGC mengklaim telah melakukan pembalasan dengan cara yang “jauh lebih keras” terhadap “tindakan agresif dan gangguan jahat yang ditujukan pada kapal tanker minyak dan kapal-kapal Iran,” serta menegaskan bahwa mereka telah menimbulkan kerusakan signifikan pada kapal perusak dan fasilitas AS yang menjadi sasaran.
Serangan rudal lintas batas ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya ketegangan angkatan laut di kawasan Teluk.
Angkatan Laut Iran telah memperingatkan bahwa kapal tanker minyak yang bersandar di pelabuhan Kuwait dan Bahrain akan menjadi sasaran serangan balasan, serta mendesak awak kapal untuk segera mengevakuasi diri menyusul laporan serangan AS terhadap kapal-kapal Iran, demikian dikonfirmasi oleh penyiar negara IRIB.